Konsultasi Syariah Seorang Anak Dipisahkan Dari Orang Tua Kandungnya Oleh Orang Tua Asuhnya


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ
๐Ÿ‡ฑโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡พโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

#โƒฃ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/5/III/19/QUFI
Topik: 1โƒฃ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihkeluarga_

๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

Konsultasi Syariah *289 – Perusak Hubungan Layak Dibenci*

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Pertanyaan_
Assamualaikum ustad
๐Ÿ‡ Saya hidup di tinggal ibu saya semenjak umur 2,5tahun dan bapak saya umur 6 tahun.. *Dan saya merasa orang tua meninggal krna tekanan batin di pisah2kn oleh orng yg mengasuh saya* Apakh saya hrus membenci orang yg mengasuh saya krna hal itu?saya di pisah2kn dengan orng tua kandung saya ustad?? Stiap x dlunya orng tua ingin mejenguk saya dan saudara kandung saya..selalu di larang dan di takut2ti klo orang tua kandung saya itu orang gila.. Alasan prtama,karna orng tua saya di fitnah menelantarkan anak dan suka menyruh anak2nya keliling kampung untuk memintak sedekah ke setiap rumah..dan saya tanya ke saudara sya yg lebih tua..itu fitnah dan sama sekali tidak pernah terjadi.. Dan alasan yg ke lainny yg mengasuh saya ini udh nikah 2x dn blm di karunia ank..Ortu asuh saya adalah tante saya sendri..adek dari ibu kandung saya ustad. Saya pun di asuh oleh beliau merasa di manfaati oleh dengn keadaan sya..klrga saya di rantau sering mengirim uang dan saya dlunya jg tiap bulan dpt uang beasiswa..dan dana tersebut sllu hbis dngn hal2 yg kurang berguna, Stiap saya meminta uang tersebut untk keperluan sklh..sllu di bilang habis.pda hal sya jga sepulang sklh sellu mencri pnghasilan tambahan..dan hasilnya saya beri ke bliau untuk menutupi biaya sklh saya

๐Ÿ“ Ditanyakan oleh Bapak *Yunus* (0812-9147-ZZZZ) dari Jakarta pada _26 Februari 2019_

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Jawaban_
Wa’alaikumussalam.
๐Ÿ• Innalillah, Kalau berdasarkan cerita tersebut, Pak Yunus berhak membenci ortu asuh, tapi tidak perlu melakukan pembalasan, dan bagus pula bila kembali ke ortu kandung.

๐Ÿ‘‘ Hak ortu asuh hanyalah mengasuh dan mendapatkan perbuatan baik dari anak asuhnya, ortu asuh tidak berhak memisahkan ataupun menjauhkan anak asuh dari ortu kandungnya, justru itu perbuatan jahat. Kalau memang merasa jadi ortu asuh itu berat dan simalakama, ya jangan mengasuh atau mengadopsi anak orang lain.

๐Ÿ“œ Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa beliau Baginda Rasulillah ๏ทบ melarang tindakan memisahkan hewan dari induknya untuk tindakan main-main,
ุนู† ุงู„ุญุณู† ุจู† ุณุนุฏ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุฃุจูŠู‡ ู‚ุงู„ ูƒู†ุง ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุณูุฑ ูุงู†ุทู„ู‚ ู„ุญุงุฌุชู‡ ูุฑุฃูŠู†ุง ุญู…ุฑุฉ ู…ุนู‡ุง ูุฑุฎุงู† ูุฃุฎุฐู†ุง ูุฑุฎูŠู‡ุง ูุฌุงุกุช ุงู„ุญู…ุฑุฉ ูุฌุนู„ุช ุชูุฑุด ูุฌุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„ ู…ู† ูุฌุน ู‡ุฐู‡ ุจูˆู„ุฏู‡ุง ุฑุฏูˆุง ูˆู„ุฏู‡ุง ุฅู„ูŠู‡ุง
โ€œDari Al Hasan bin Saโ€™d dari (Abdurrahman bin Abdullah) dari (ayahnya), ia berkata, Kami pernah bersama Rasulullah ๏ทบ dalam suatu perjalanan, kemudian beliau pergi untuk suatu keperluannya, kemudian kami melihat seekor burung bersama kedua anaknya. Lalu kami mengambil kedua anaknya, kemudian burung tersebut datang dan mengepak-ngepakkan sayapnya. Kemudian Nabi ๏ทบ datang dan berkata, _โ€œSiapakah yang menyakiti (mempermainkan) burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya.โ€_ *[โ€˜Aun Al-Maโ€™bud, 14/138, Dar Al-Fikr, 1995]*

๐Ÿ“œ Rasulullah ๏ทบ juga menandaskan,
๏ปฃ๏ป ๏ปŒ๏ปฎ๏ปฅ ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป“๏บฎ๏ป• ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บช ๏ปญ๏ปญ๏ปŸ๏บช๏ปฉ ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปฉ ๏บƒ๏บ‘๏ปฎ ๏บฉ๏บ๏ปญ๏บฉ
_โ€œAkan dilaknat, yaitu orang yang memisahkan induk dari anaknya.โ€_ *[Sunan Abu Dawud]*

๐Ÿ“œ Dalam hadits yang lain, Rasulullah ๏ทบ menegaskan,
๏ปฃ๏ปฆ ๏ป“๏บฎ๏ป• ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บช๏บ“ ๏ปญ๏ปญ๏ปŸ๏บช๏ปซ๏บŽ ๏ป“๏บฎ๏ป• ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‘๏ปด๏ปจ๏ปช ๏ปญ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏บƒ๏บฃ๏บ’๏บ˜๏ปช ๏ปณ๏ปฎ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ป˜๏ปด๏บŽ๏ปฃ๏บ” ๏บญ๏ปญ๏บ๏ปฉ ๏บƒ๏บ‘๏ปฎ ๏บฉ๏บ๏ปญ๏บฉ,๏ปญ๏บฃ๏บด๏ปจ๏ปช, ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏บค๏บŽ๏ป›๏ปข ๏ปญ๏บป๏บค๏บค๏ปช
_โ€œBarangsiapa memisahkan orang tua dan anaknya, maka Allah akan memisahkan ia dan orang yang dikasihinya di hari kiamat kelak.โ€_ Hadits Hasan Riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim menshahihkannya. *[Minhรขj Ath-Thรขlibin]*

๐Ÿ”ฅ Secara mujmal, ada pula Dosa takhbib, Dosa qathโ€™ ar-rahim, Dosa merusak nasab, Dosa kidzb, dan Dosa lainnya yang ditanggung oleh orang tua asuh Anda yang sudah memisahkan Anda dari orang tua Anda. Uraian mengenai dosa-dosa tersebut ada dalam *โ€™Ensiklopedi Sunnah Jilid 1โ€™* karya kami.

๐Ÿ‰ Seandainya ortu asuh memisahkan Anda dari ortu kandung sejak sebelum baligh tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka ada dosa di situ. Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi menerangkan,
๏ปญ๏ปณ๏บค๏บฎ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏บ˜๏ป”๏บฎ๏ปณ๏ป– ๏บ‘๏ปด๏ปฆ ๏บ๏ปท๏ปก ๏ปญ๏บ๏ปŸ๏ปฎ๏ปŸ๏บช ๏บฃ๏บ˜๏ปฐ ๏ปณ๏ปค๏ปด๏บฐ , ๏ปญ๏ป“๏ปฒ๏ป—๏ปฎ๏ป ๏บฃ๏บ˜๏ปฐ ๏ปณ๏บ’๏ป ๏ปŽ , ๏ปญ๏บ‡๏บซ๏บ ๏ป“๏บฎ๏ป• ๏บ‘๏บ’๏ปด๏ปŠ ๏บƒ๏ปญ ๏ปซ๏บ’๏บ” ๏บ‘๏ป„๏ปผ ๏ป“๏ปฒ๏บ๏ปท๏ป‡๏ปฌ๏บฎ
โ€œHaram memisahkan orang tua kandung dan anak sehingga mumayyiz. Dalam sebuah pendapat disebutkan โ€˜sehingga dewasaโ€™. Jika pemisahan itu disebabkan transaksi jual beli atau hibah, maka batal akadnya menurut qaul yang paling azh-har.โ€ *[Minhรขj Ath-Thรขlibin, Juz 1, Surabaya: Al Hidayah, tt.: 47]*

๐Ÿ“œ Ini berdasarkan hadits dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu โ€˜anhu berkata,
ู†ู‡ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู† ูŠูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุฃู… ูˆูˆู„ุฏู‡ุง . ูู‚ูŠู„ : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ู‰ ู…ุชู‰ ุŸ ู‚ุงู„ : ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ุงู„ุบู„ุงู… ุŒ ูˆุชุญูŠุถ ุงู„ุฌุงุฑูŠุฉ
โ€œRasulullah shalallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang memisahkan antara ibu dan anaknya. Ada yang bertanya pada beliau, โ€˜Wahai Rasulullah, sampai kapan?โ€™ Beliau menjawab, _โ€˜Sampai mencapai baligh bila laki-laki dan haidh bila perempuan.โ€™โ€_ *[Al-Mustadrak li Al-Hakim]*

๐Ÿ… Karenanya *Anda berhak membencinya, tanpa harus membalasnya dengan tindakan serupa*. Rasanya, cukup dengan tidak membalas kebaikan2nya. Tapi yang dianjurkan tetaplah membalas dengan kebaikan dan memaafkan. *Memaafkan lebih dekat kepada taqwa*.

๐ŸŽ Tidak perlu memutus silaturrahim dengannya. Apalagi, seperti cerita Anda, bahwa ortu asuh sudah tega memfitnah ortu kandung Anda sekaligus mengambil uang milik Anda pemberian ortu kandung Anda. Marah kepadanya juga boleh tapi sewajarnya, sekadar dengan dosanya. Tapi, *tujuannya agar dia bertaubat.* Oia, mengenai hukum dan tata cara membalas keburukan silakan baca di buku kami *โ€™GOLDEN MANNERSโ€™*.

๐Ÿ“ Dijawab oleh *Abu Abizard*
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐ŸŒ Alhamdulillah, atas izin Allah kemudian doa para subscriber ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎ , pada 8 Februari 2019 BCQUFI dengan YADARIQUFIYA telah resmi dan disahkan oleh Pemerintah melalui KEMENKUMHAM RI, Notaris, Dan Dirjen Pajak.

๐Ÿ“’ ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎ melalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membutuhkan bantuan dana infaq untuk keperluan kegiatan program pendidikan, sosial dan dakwah, dan untuk operasional Yayasan.

๐ŸŽ™ Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ di *+62 821-4088-8638* dengan menyebutkan nama dan kota asal, awali dengan salam.

โš  Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama *KONSULTASI SYARIAH* agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena _jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast._

Konsultasi Syariah Disarankan Bidan Untuk KB Steril Agar Bisa Maksimal Memberikan ASI


๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ
๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฑโ€Œ
๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑโ€Œ
๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

#โƒฃ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/1/III/19/QUFI
Topik: 1โƒฃ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihkeluarga_

๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

Konsultasi Syariah *287 – Disarankan Bidan Untuk KB Steril Agar Maksimal Memberi ASI*

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Pertanyaan_
assalamualaikum ustad/ustada
๐ŸŽ saya mua bertanya mengenai hukum seorang wanita yg melakukan KB steril. mohon penjelasannya ustad๐Ÿ™๐Ÿป anak sy sdh 4 ustad,kecil2 selih 2 th.nan saya takut tdk bisa memberikan kasih sayang penuh pada mrk..kadang sy sering tdk bisa mengontrol emosi ketika,mereka berantem atau berebut sesuatu. KB 3 bln sy tdk cocok ustad,mens tdk berhenti. bidan sy menyarankan steril. anak sy ASI smua ustad,walaupun sy tinggal kerja,sy tetep memberikan ASI perah. yg anak no.3,kmrn blm sampai 2 th ASi karena saya dah hamil

๐Ÿ“ Ditanyakan oleh seorang *ibu muslimah* (โ€ช+62 852-3078-7800โ€ฌ) pada _12 Februari 2019_

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Jawaban_
Wa’alaikumussalam
โš  Kenapa melakukan KB steril? Apakah karena penyakit? Atau memang tidak ingin punya anak? Bidannya itu muslimah yang punya ilmu agama yang cukup? Apa tidak ada cara lain untuk menyetop kehamilan? Coba diingat-ingat. Berarti nawaitu nya adalah ingin tidak nambah anak lagi? Ada alasan lain? Mungkin takut tidak mampu menafkahi?

โŽ Pada asalnya hukum melakukan KB STERIL alias menutup kemungkinan kehamilan sama sekali itu dilarang berdasarkan berbagai dalil agama kita… Sehingga solusi yang diajukan oleh para ulama sejak ratusan tahun lalu adalah ‘azl…

โ™ป ‘azl itu adalah hubungan suami-istri namun saat ejakulasi langsung dicabut… Istilah sekarang keluar di luar… Mohon maaf agak jorok, tapi ini penting demi keselamatan kita dalam menjadi hamba Allah…

๐ŸŒ€ Itulah solusinya… Kalau alasannya adalah kasihan anak2 dan juga khawatir tidak bisa memberikan nafkah yang cukup termasuk nafkah berupa ASI, maka solusinya adalah MENYETOP kehamilan dengan ‘azl juga, bukan dengan KB steril…

๐Ÿ’Ÿ Sedangkan kalau alasannya adalah karena alasan kesehatan misalnya kalau hamil lagi akan membahayakan ibu atau janin, maka baru boleh KB STERILโ€ฆ

๐Ÿ“’ Majmaโ€™ Fiqih Al-Islami memfatwakan,
ุญุฑู… ุงุณุชุฆุตุงู„ ุงู„ู‚ุฏุฑุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุฅู†ุฌุงุจ ููŠ ุงู„ุฑุฌู„ ุฃูˆ ุงู„ู…ุฑุฃุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุง ูŠุนุฑู ุจู€(ุงู„ุฅุนู‚ุงู…) ุฃูˆ (ุงู„ุชุนู‚ูŠู…)ุŒ ู…ุง ู„ู… ุชุฏุนูˆ ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ุถุฑูˆุฑุฉ ุจู…ุนุงูŠูŠุฑู‡ุง ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ
โ€œDiharamkan melakukan pemotongan/penghilangan kemampuan memiliki keturunan yaitu yang dikenal dengan steril (vasektomi/tubektomi). Hal tersebut dilakukan jika (darurat) sesuai dengan kaidah standar syariat.โ€ *[http://www.saaid.net/tabeeb/15.htm#8]*

๐Ÿ“‚ Fatwa ini bukan asal2an. Sandarannya adalah hadits Nabi perintah memiliki banyak anak karena Nabi bangga dengan jumlah umatnya yang banyak. Banyak anak termasuk sunnah ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam

ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ ู‚ุงู„ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู„ุจูŽุงุกูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ุชู‘ูŽุจูŽุชู‘ูู„ู ู†ูŽู‡ู’ูŠู‹ุง ุดูŽุฏููŠู’ุฏู‹ุง ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌููˆู’ุง ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆู’ุฏูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููˆู’ุฏูŽ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ู…ููƒูŽุงุซูุฑู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู
๐Ÿ“œ Anas bin Malik berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, _โ€œNikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian di hadapan para nabi pada hari kiamat โ€_ *[Shahih Ibnu Hibban]*

๐Ÿ•‹ Bahkan sandarannya adalah Al Quran. Allah Al Wahhab berfirman,
ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู†ูŽูููŠุฑุงู‹
_โ€œDan Kami jadikan kalian (diantara seluruh umat) sebagai kelompok yang lebih besar.โ€_ *[QS. Al-Israโ€™: 6]*

๐ŸŽˆ Sehingga melakukan penutupan kemungkinan hamil itu bertentangan sekaligus berseberangan secara mutlak dengan kehendak Allah kemudian Rasul-Nya.

๐ŸŽ€ Namun apakah artinya wanita muslimah harus hamil terus menerus nonstop setiap tahun? Selesai melahirkan maka harus langsung hamil? Berdosa kalau tidak mau hamil secara kontinyu? Oh tidak. Bukan begitu maknanya? Memang Islam anjurkan banyak anak tapi bukan berarti kewajibannya sebatas berlomba-lomba memproduksi keturunan.

๐Ÿ› Yang dimaukan oleh Islam dengan banyak anak adalah anak yang bagus akhlaq dan ilmunya, tentu dibutuhkan nafqah dan tarbiyah yang bagus. Karena itu, silakan banyak anak tapi harus berjuang mendidik dan menafqahinya.

๐Ÿ“’ Majmaโ€™ Fiqih Al-Islami memfatwakan,
ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุชุญูƒู… ุงู„ู…ุคู‚ุช ููŠ ุงู„ุฅู†ุฌุงุจ ุจู‚ุตุฏ ุงู„ู…ุจุงุนุฏุฉ ุจูŠู† ูุชุฑุงุช ุงู„ุญู…ู„ุŒ ุฃูˆ ุฅูŠู‚ุงูู‡ ู„ู…ุฏุฉ ู…ุนูŠู†ุฉ ู…ู† ุงู„ุฒู…ุงู†ุŒ ุฅุฐุง ุฏุนุช ุฅู„ูŠู‡ ุญุงุฌุฉ ู…ุนุชุจุฑุฉ ุดุฑุนุงูŽุŒ ุจุญุณุจ ุชู‚ุฏูŠุฑ ุงู„ุฒูˆุฌูŠู† ุนู† ุชุดุงูˆุฑ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูˆุชุฑุงุถ ุจุดุฑุท ุฃู† ู„ุง ูŠุชุฑุชุจ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุถุฑุฑุŒ ูˆุฃู† ุชูƒูˆู† ุงู„ูˆุณูŠู„ุฉ ู…ุดุฑูˆุนุฉุŒ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠูƒูˆู† ููŠู‡ุง ุนุฏูˆุงู† ุนู„ู‰ ุญู…ู„ ู‚ุงุฆู….
“Boleh mengontrol sementara dalam memperoleh keturunan dengan tujuan mengatur jarak kehamilan atau menghentikan sementara kehamilan pada jangka waktu tertentu. Jika ada hajat yang sesuai dengan tolak ukur syariat. Sesuai dengan kemampuan suami-istri, musyawarah dan saling ridha mereka. Tidak juga menimbulkan bahaya. Hendaknya sarananya juga sesuai dengan syariat dan tidak ada tindakan yang membahayakan kehamilan.” *[http://www.saaid.net/tabeeb/15.htm#8]*

๐Ÿ‘‘ Ada beberapa cara pencegahan kehamilan yang bisa ditempuh dalam hal ini. Intinya kan jangan berhubungan jika tidak ingin hamil, apalagi yang sangat subur. Jika ingin tetap berhubunan, lakukan โ€˜azl. Jika tidak kuat โ€˜azl, bisa gunakan kondom. Kalau tidak suka kondom karena kurang nikmat, silakan tanpa kondom tapi usai ejakulasi (inzal) silakan usahakan sperma yang sudah masuk untuk dikeluarkan dengan cara loncat-loncat ke depan ke belakang.

๐ŸŒฝ Silakan lakukan apapun asal jangan yang haram seperti mengonsumsi obat atau menggunakan obat luar (oles) yang membahayakan kandungan, organ intim, janin, istri, suami, baik bahaya ringan ataupun berat, jangka pendek ataupun jangka panjang. Begitu kesimpulan saran Syaikh Dr. Thariq Ath-Thawari dalam bukunya Al-โ€™Azl โ€˜An Al-Mar`ah Dirasah Syarโ€™iyya wa Thibbiyyah.

๐Ÿ“ Dijawab oleh *Abu Abizard*
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐ŸŒ Alhamdulillah, atas izin Allah kemudian doa para subscriber ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎ , pada 8 Februari 2019 BCQUFI dengan YADARIQUFIYA telah resmi dan disahkan oleh Pemerintah melalui KEMENKUMHAM RI, Notaris, Dan Dirjen Pajak.

๐Ÿ“’ ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎmelalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membuka kesempatan kepada para donatur dan masyarakat luas yang ingin bershadaqah berupa pakaian bekas layak guna. Direncanakan, YADARIQUFIYA akan mengadakan buka puasa bersama sekaligus peresmian Mushalla Al-Istiqamah dan bakti sosial pada bulan Ramadhan 1440 H. Kurang lebih ada 40 faqir miskin di sekitar Mushalla.

๐ŸŽ™ Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ di *+62 821-4088-8638* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

โš  Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama *KONSULTASI SYARIAH* agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena _jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast._

Konsultasi Syariah Tak Kunjung Dikaruniai Oleh Allah Anak Keturunan Sebagai Buah Hati Padahal Sudah Berusaha Namun Terganjal Sumpah Pada Masa Lalu Karena Tidak Cinta Suami Pilihan Orang Tua


๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ

๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฏโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ
๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ
๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ

๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅฏ

#โƒฃ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/4/II/19/QUFI
Topik: 1โƒฃ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihkeluarga_

๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

Konsultasi Syariah *285 – Tak Kunjung Dikaruniai Anak Akibat Sumpah*

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Pertanyaan_
โ˜Ž Saya sudah menikah 13 tahun. Sudah usaha ke sana ke mari bersama suami. Tapi kemarin malam sehabis tahajjud saya teringat, pernah berucap, โ€œPokoknya saya ga bakalan mau punya anak dari kamu!โ€ kepada suami saya. Saya menikah atas pilihan orang tua. Awalnya tidak suka, sampai saya berkata begitu. Tapi perjalanan waktu, saya akhirnya bisa menerima suami. Setelah sekian tahun tidak kunjung punya anak, akhirnya saya dan suami putuskan mengambil anak. Dapatlah bayi perempuan dari keluarga pengemis nomaden yang memang mengaku tidak menghendaki punya anak wanita. Yang ingin saya tanyakan, apakah ucapan saya itu penyebab saya tidak dikaruniai anak? Lalu biar segera punya anak bagaimana Pak Ustadz? Terus suami juga sempat bilang, โ€œKalau memang adik pengen punya anak, abang bisa menceraikan adik, lalu silakan menikah lagi, kalau sudah punya anak, balik lagi sama abang ya, kita nikah lagi.โ€ Saya nangis ustadz.

๐Ÿ“ Ditanyakan Ibu *M. M.* (08ZZ-5901-ZZZZ) dari Bandung pada _2 Februari 2019_ via voice call Whatsapp

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Jawaban_
๐Ÿ–ผ Terimakasih Ibu M. M. atas pertanyaannya. Kami doakan, Allah Al-Wahhab segera karuniakan anak kandung setelah membaca jawaban ini dan mengamalkannya. Kami juga turut prihatin karena memang anugerah keturunan shalih/shalihah jauh lebih berharga dari harta.

๐Ÿต *Pertama, soal penyebab belum dikaruniai anak.* ๐Ÿต
๐Ÿ’Ÿ Salah satu tujuan pernikahan adalah berusaha mendapatkan karunia Allah berupa keturunan. Pernikahan ideal itu apabila sakinah-mawaddah-rahmah-barakah dan dilengkapi dengan anak serta kediaman dan kendaraan yang komplit.
โœ… Penyebab 1. Memang taqdir.
โœ… Penyebab 2. Banyak rizqi tidak berupa anak.
โœ… Penyebab 3. Tidak pantas atau belum siap menurut Allah.
โœ… Penyebab 4. Banyak dosa, termasuk syirik dan bakhil.
โœ… Penyebab 5. Tidak subur atau malas jima’.
โœ… Penyebab 6. Punya ikatan dengan jin.
โœ… Penyebab 7. Ada orang mendoakan buruk.
โœ… Penyebab 8. Kurang rajin berdoa & berusaha secara medis.
โœ… Penyebab 9. Pernah sumpah untuk tidak punya anak.
โœ… Penyebab 10. Ada jin yang jatuh cinta.
โœ… Penyebab 11. Ada orang yang menyihir.

๐ŸŽ Dan penyebab lainnya. Penjelasan rinci mengenai 11 penyebab tidak dikaruniai anak ini akan dipaparkan dalam tulisan tersendiri.

๐Ÿต *Kedua, soal anak angkat/pungut.* ๐Ÿต
๐Ÿ›Ž Soal anak angkat/pungut, sebelumnya sudah pernah kami berikan jawaban lengkap tentangnya. Intinya anak angkat berbeda dengan anak kandung, yaitu tidak berhak menerima warisan, tapi berhak mendapatkan nafqah dan pendidikan sebagaimana untuk anak kandung. Anak angkat tidak bernasab kepada orang tua angkat. Jadi nasabnya kepada nama Abdurrahman atau Abdullah atau semacamnya yang tidak ada seseorang namanya begitu, alias fiktif. Kalau di akta kelahiran terlanjur binti atau bin orang tua angkat, maka bagaimana lagi kalau memang tidak bisa diubah. Wali nikah anak angkat adalah orang tua kandung atau walu nasab atau wali hakim atau wali muhakkam. Silakan baca di โ€˜BERGURU KEPADA JIBRIL JILID 4′.

๐Ÿต *Ketiga, soal ucapan sumpah.* ๐Ÿต
๐ŸŽฌ Sumpah dalam bahasa arab disebut yamin adalah kekuatan dan menurut istilah syarโ€™i adalah ibarat [ungkapan] mengenai ucapan tertentu yang dengannya diperkuat keinginan orang yang bersumpah terhadap apa yang dilakukannya atau ditinggalkannya, contohnya dari yang ingin dilakukannya : Jika saya tidak masuk rumah.

๐Ÿ“’ Syaikh โ€˜โ€˜Abdullah Al-Bassam menguraikan, โ€œAl-Yamin ialah sumpah dengan kata-kata khusus bagi menguatkan sesuatu yang disumpah, iaitu dengan mengemukakan sesuatu yang agung secara khusus. Orang yang bersumpah apabila ingin menguatkan sesuatu, baik dalam rangka menafikan atau menetapkan, maka dia perlu menguatkannya dengan sumpah yang disandarkan kepada yang mulia, yakni dengan mengucapkan sesuatu mulia yang dia miliki. Sejak dahulu, manusia meyakini bahwa sesuatu yang dijadikan sandaran sumpah akan menguasai orang yang bersumpah, di mana sesuatu itu dapat memberikan manfaat atau mudarat berdasarkan sebab-sebab rasional maupun yang tidak rasional. Apabila orang yang bersumpah menepati apa yang dia sumpahkan, maka (diyakini) bahwa yang dijadikan sandaran sumpah tersebut telah rela dan mengabulkan sumpahnya. Apabila (yang dijadikan sandaran sumpah) tidak rela, maka ia akan menimpakan bahaya kepadanya. *[Taudhih Al-Ahkam 7/108]*

๐Ÿ•‹ Allah berfirman,
ู„ุงูŽ ูŠูุคูŽุงุฎูุฐููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ุบู’ูˆู ูููŠ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽู€ูƒูู† ูŠูุคูŽุงุฎูุฐููƒูู… ุจูู…ูŽุง ุนูŽู‚ูŽู‘ุฏุชูู‘ู…ู ุงู„ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ููŽูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุชูู‡ู ุฅูุทู’ุนูŽุงู…ู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉู ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู’ุณูŽุทู ู…ูŽุง ุชูุทู’ุนูู…ููˆู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ูƒูุณู’ูˆูŽุชูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุญู’ุฑููŠุฑู ุฑูŽู‚ูŽุจูŽุฉู ููŽู…ูŽู† ู„ูŽู‘ู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ููŽุตููŠูŽุงู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุฉู ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุงุญู’ููŽุธููˆุงู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูุจูŽูŠูู‘ู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุขูŠูŽุงุชูู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ
_”Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka kifarah (melanggar) sumpah itu adalah memberi makan 10 orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, baik berupa sandang dan pangan atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kifarahnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kifarah sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu melanggar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumnya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)”_ *[QS. Al-Maidah: 89]*

โ›บ Jadi, sumpah itu adalah ucapan serius (ikrar) untuk menguatkan dan menegaskan keseriusan atas kebenaran isi ucapan. Sumpah secara syariโ€™at baru dianggap sumpah jika disertai penyebutan sesuatu yang suci dan mulia. Sumpah atas nama Allah yang jelas bagus, dan sumpah atas nama selain Allah yang jelas buruk. Tapi sumpah tanpa penyebutan sesuatu yang suci dan mulia itu masih tergolong sumpah. Dan apa yang diucapkan oleh Ibu M. M. adalah sumpah.

๐Ÿ› Maka, Ibu M. M. harus melepas atau membatalkan sumpah tersebut, yaitu dengan beristighfar dan membayar kaffarat yaitu bershadaqah makanan siap saji kepada sepuluh orang miskin.

๐ŸŸ Termasuk sumpah yang buruk adalah menyumpahi diri sendiri karena termasuk mendoakan buruk. Kita dilarang keras mendoakan buruk kepada diri sendiri, keluarga, anak, pembantu, harta, dan siapapun atau apapun.

๐Ÿ“œ Rasul bersabda,
ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ู„ุงูŽ ุชููˆูŽุงููู‚ููˆุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ู ูููŠู‡ูŽุง ุนูŽุทูŽุงุกูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฌููŠุจู ู„ูŽูƒูู…ู’
_โ€œJanganlah Engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkau mendoakan keburukan kepada anak-anakmu. Jangalah engkau mendoakan keburukan pada harta-hartamu. Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.”_ *[Shahih Muslim no. 3009]*

๐Ÿšง *Keempat, soal cerai, nikah, cerai, nikah.* ๐Ÿšง
๐Ÿต Soal cerai, nikah dengan orang lain tapi dengan niat cerai, lalu akhirnya cerai, kemudian kembali menikah dengan suami sebelumnya. Ini agak musykil (problematis). Sebab agama kita mensyaratkan bahwa pernikahan itu harus bertujuan sehidup-sesurga dan sakinah-mawaddah-rahmah. Pernikahan macam itu sebetulnya termasuk nikah tahlil yaitu nikah untuk menghalalkan. Kecuali kalau pernikahan dengan laki2 lain tidak ada niatan cerai.

๐Ÿ“’ Sayyid Sabiq mengemukakan definisinya,
ุฒูŽูˆูŽุงุฌู ุงู„ุชู‘ูŽุญู’ู„ููŠู’ู„ู ู‡ููˆูŽ ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽ ุงู’ู„ู…ูุทูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุฉูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู†ู’ู‚ูุถูŽุงุกู ุนูุฏู‘ูŽุชูู‡ูŽุง, ุงูŽูˆู’ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุจูู‡ูŽุงุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุชูŽู„ู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ู„ููŠูุญูู„ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุงู’ู„ุงูŽูˆู‘ูŽู„ู.
โ€œperkawinan tahlil (muhallil) adalah (seorang pria) mengawini (wanita) yang sudah ditalak tiga sesudah lepas masa iddahnya. Atau sesudah digaulinya, kemudian ditalak (lagi) untuk menghalalkan bagi suami pertama (mengawininya kembali).โ€

๐Ÿ“œD ari โ€˜Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, ia berkata,
ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู…ูุญูŽู„ูู‘ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽู„ูŽู‘ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู.
โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melaknat al-Muhallil (laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan tujuan agar perempuan itu dibolehkan menikah kembali dengan suaminya yang pertama) dan al-Muhallal lahu (laki-laki yang menyuruh muhallil untuk menikahi bekas isterinya agar isteri tersebut dibolehkan untuk dinikahinya lagi).โ€ *[Sunan Abi Dawud (VI/88, no. 2062), Sunan at-Tirmidzi (II/294, no. 1128), Sunan Ibni Majah (I/622, no. 1935)]*

๐Ÿ“œ Dan dari โ€˜Uqbah bin โ€˜Amir Radhiyallahu anhu, ia berkata, โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูุงู„ุชูŽู‘ูŠู’ุณู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุนูŽุงุฑูุŸ ู‚ุงูŽู„ููˆู’ุง: ุจูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽู„ูู‘ู„ูุŒ ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู…ูุญูŽู„ูู‘ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽู„ูŽู‘ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู.
_โ€˜Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang at-Taisil Mustaโ€™aar (domba pejantan yang disewakan)?โ€_ Para Sahabat menjawab, โ€œTentu, wahai Rasulullahโ€ Beliau kemudian bersabda, _โ€œIa adalah al-Muhallil, Allah akan melaknat al-Muhallil dan al-Muhallal lahu.โ€™โ€_ *[Sunan Ibni Majah (I/623, no. 1936), al-Mustadrak (II/198)]*

๐Ÿฅฌ Demikian jawaban kami. Mohon bantuan bacaan surah al-fatihah dengan niatan Allah Al-Fattah memberikan kesuksesan program-program YADARIQUFIYA, yayasan yang menaungi BCQUFI, yang kami asuh.

๐Ÿ“ Dijawab oleh *Pak Jibril* (Haji Brilly)
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐ŸŒ Kunjungi https://quantumfiqih.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://islamicboardingschool.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://kopassuss.wordpress.com

๐Ÿ“’ BCQUFI melalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membuka kesempatan kepada para donatur dan masyarakat luas yang ingin bershadaqah berupa pakaian bekas layak guna. Direncanakan, YADARIQUFIYA akan mengadakan buka puasa bersama sekaligus peresmian Mushalla Al-Istiqamah dan bakti sosial pada bulan Ramadhan 1440 H. Kurang lebih ada 40 faqir miskin di sekitar Mushalla.

๐Ÿš YADARIQUFIYA juga masih membuka kesempatan berinfaq untuk pengelolaan BCQUFI dan pembangunan aplikasi Android FIQIHEDUPEDIA.

๐ŸŽ™ Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ di *+62 821-4088-8638* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

โš  Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama *KONSULTASI SYARIAH* agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena _jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast._

Konsultasi Syariah Untuk Bisa Masuk Surga Apakah Wanita Harus Menangis Memaksa Diri Ridha/Rela Suaminya Berpoligami?


๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ

๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆ
๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ดโ€Œ๐Ÿ‡ฑโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ
๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ

๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ

#โƒฃ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/2/II/19/QUFI
Topik: 1โƒฃ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihnikah_

๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

Konsultasi Syariah *286 – Haruskah Ridha Dipoligami Untuk Masuk Surga*

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Pertanyaan_
โ™ป Ustadz saya mau tanya apa benar ya nabi Muhammad selama 25 tahun menikah dgn Siti Khodijah,nabi tdk ada sama sekali berniat untuk poligami…Setelah siti Khodijah meninggal dan pada zaman itu ada peperangan sehingga banyak janda2 dan akhrnya nabi berpoligamiโ€ฆ Karna selama ini saya tdk pernah mencari tau soal polgami…Saya baru tau dari membaca artikel…Krna yg selama ini saya tau hanyalah soal sunah nabi boleh istrinya 4 tanpa tau latar belakangnya. Yg saya sedih itu klo soal poligami pasti saya merasa terpojok klo ada teman laki2 suami saya tanya gimana klo suami saya ada niat begituโ€ฆ Seolah-olah mereka menyatakan laki2 muslim wajib utk berpoligami.Pdhal nabi aja 25 tahun setelah istrinya meninggal baru poligamiโ€ฆ Masalah ini mengusik saya karna ada teman suami saya ktnya sudah punya calon istri,istrinya msh SMA kelas 2 blm lulus tp si wanita mau di poligami…apakah adil ya ustadz klo mereka yg berpoligami bersenang-senang dgn istri yg baru sementara istri pertama menangis pilu dan hanya mengharapkan surga.Apakah bagi kaum wanita berat sekali utk mendaptakan surga hatinya harus terluka ๐Ÿ™๐Ÿป

๐Ÿ“ Ditanyakan oleh Ibu *R. J.* (0812-2785-ZZZZ) pada _5 Februari 2019_

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Jawaban_
๐ŸŸ Betul sekali, Nabi monogami selama ibunda Khadijah masih hidup. Nabi menjalani monogami bersamanya selama 25 tahun dan baru berpoligami setelah itu selama 13 tahun. Artinya jika poligami itu baik secara mutlak tentulah Rasulullah telah menjalaninya sejak awal perkawinannya dengan Siti Khadijah. Meski mungkin hukum bolehnya poligami mungkin bersifat kondisional yaitu menyesuaikan situasi umat Islam dan Nabi Muhammad kala itu, sebagaimana hukum-hukum turun secara tadarruj.

๐Ÿ•‹ Perhatikan diksi firman Allah dengan perlahan dan hati-hati, jangan biarkan nafsu dan hasrat menggelapkan mata-batin kita dalam memahami kalam Allah berikut,
ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฎููู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูู‚ู’ุณูุทููˆุง ูููŠ ุงู„ู’ูŠูŽุชูŽุงู…ูŽู‰ ููŽุงู†ู’ูƒูุญููˆุง ู…ูŽุง ุทูŽุงุจูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ู…ูŽุซู’ู†ูŽู‰ ูˆูŽุซูู„ูŽุงุซูŽ ูˆูŽุฑูุจูŽุงุนูŽ ููŽุฅูู†ู’ ุฎููู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆุง ููŽูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนููˆู„ููˆุง [ุงู„ู†ุณุงุก/3]
_โ€œDan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.โ€_ *[QS. An-Nisa [04]: 03]*

๐Ÿ“ป Al-Mawardi memaparkan, โ€œJika seseorang menjadi seorang wali yang memelihara wanita yatim, lalu ada keinginan untuk menikahinya, namun khawatir untuk tidak bisa berlaku adil, maka Allah memberinya jalan untuk mengawini wanita-wanita lain baik dua, tiga, atau empat (poligami).โ€ *[An-Nakat Wa Al-‘Uyรปn, vol 01, hal 273. Ali Ash-Shabuni, Tafsiru Ayat Al-Ahkam, vol 1, hal 189]*

๐Ÿ‘‘ Kenapa Al-Mawardi menafsirkan begitu? Karena Ibnu Abbas menjelaskan, seperti dikuti Ibnul-Jauzi bahwa, orang-orang Arab dahulu berhati-hati dalam memelihara harta anak yatim, tapi dalam perlakuan adil terhadap para istri, mereka tidak berhati-hati. Lalu turunlah ayat ini sebagai petunjuk bagi mereka. *[At-Tas-hรฎl li โ€˜Ulรปm At-Tanzรฎl, Surat An-Nisaโ€™]*

๐ŸŽ’ Menurut Ash-Shabuni, Terdapat munรขsabah (korelasi) antara penyebutan wanita dan anak yatim dalam ayat ini, yaitu, keduanya merupakan orang-orang lemah yang butuh perlindungan. Dari sisi lain, poligami merupakan sebuah solusi bagi para pengurus wanita yatim yang berkeinginan menikahinya namun khawatir tidak bisa berbuat adil. *[Tafsir Ayat Ahkam, hal 191]*

๐Ÿ“’ Diterangkan oleh Fakhruddin Ar-Razi bahwa Perintah berupa kata fankihรป (nikahilah!) di ayat ini, yang menjadi obyek sasaran ialah orang merdeka, bukan budak. Dasar mengenai hal ini ialah kalimat yang berbunyi aw mรข malakat aimรขnukum (atau budak-budak yang kamu miliki). Sebagaimana maklum bahwa hanya orang merdeka saja yang mempunyai budak. Selain itu, didukung oleh kalimat selanjutnya, dzรขlika adnรข an lรข ta’รปlรป (Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya) juga menunjukkan hal ini tertuju pada orang merdeka, sebab hanya orang merdeka yang berharta, dan orang yang berharta yang berpotensi berbuat aniaya. Sehingga, ayat ini menjelaskan pembatasan poligami sampai empat istri saja bagi orang merdeka. Demikian penjelasan Asy-Syafii. *[Mafรขtih Al-Ghaib, vol 5 hal 47]*

๐Ÿ’“ Sehingga, lelaki yang hendak berpoligami, bila takut tidak mampu untuk memegang tanggung jawab dan khawatir tidak bersikap adil terhadap mereka, maka sebaiknya dia bermonogami, cukup mengawini satu istri saja yang merdeka, atau budak-budak wanita. Yang demikian ini lebih mengamankan seseorang untuk tidak berbuat aniaya, sehingga monogami lebih ringan dari pada harus berbuat adil pada istri-istri jika ia berpoligami. *[Tanwรฎr Al-Miqbรขs Min Tafsรฎri Ibni ‘Abbรขs, 1/82]*

โš  Karena itu, saya secara pribadi bertanya-tanya, kenapa banyak laki-laki yang merasa keren kalau berhasil punya istri dua atau tiga? Padahal keren itu ketika berhasil adil hingga wafat atau bercerai secara baik-baik. Lha kalau tidak berhasil adil, bangkrut dunia-Akhirat. Makanya, hampir ada kata sepakat di kalangan ulama tempo dulu bahwa sebaiknya monogami saja daripada poligami, sebab monogami lebih aman dari dosa zhalim.

๐Ÿ“š Seperti dipaparkan Majelis Ulama Kuwait,โ€œBagi kalangan Syafiโ€™iyah dan Hanbaliyah, seseorang tidak dianjurkan untuk berpoligami tanpa keperluan yang jelas (terlebih bila telah terjaga [dari zina] dengan seorang istri) karena praktik poligami berpotensi menjatuhkan seseorang pada yang haram (ketidakadilan). Allah berfirman, _Kalian takkan mampu berbuat adil di antara para istrimu sekalipun kamu menginginkan sekali.โ€™_ Rasulullah bersabda, _โ€˜Orang yang memiliki dua istri, tetapi cenderung pada salah satunya, maka di hari Kiamat ia berjalan miring karena perutnya berat sebelah.โ€™_ … Bagi kalangan Hanafiyah, praktik poligami hingga empat istri diperbolehkan dengan catatan aman dari kezhaliman (ketidakadilan) terhadap salah satu dari istrinya. Kalau ia tidak dapat memastikan keadilannya, ia harus membatasi diri pada monogami berdasar firman Allah, โ€˜Jika kalian khawatir ketidakadilan, sebaiknya monogami,โ€™โ€ *[Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, Wazarah Al-Awqaf wa Asy-Syuโ€™un Al-Islamiyyah, cetakan pertama, 2002 M/1423 H, juz 41, halaman 220]*

๐ŸŒ Bahkan, kalangan Syafiโ€™iyyah memiliki elaborasi tidak ada ijmaโ€™ wajibnya poligami sekalipun punya kemampuan fisik, psikis maupun finansial. Dituturkan oleh Syaikh Muhammad Al-Khathib Asy-Syarbini, โ€œNikah itu tidak wajib berdasarkan firman Allah (Surat An-Nisa ayat 3) โ€˜Nikahilah perempuan yang baik menurutmu.โ€™ Pasalnya, kewajiban tidak berkaitan dengan sebuah pilihan yang baik. Nikah juga tidak wajib berdasarkan, โ€˜Dua, tiga, atau empat perempuan.โ€™ Tidak ada kewajiban poligami berdasarkan ijmaโ€˜ ulama,โ€ *[Mughni Al-Muhtaj, Beirut, Darul Fikr, tanpa keterangan tahun, juz 3, halaman 125]*

๐Ÿ“‚ Tak heran, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, faqih kaliber Internasional zaman modern, menyebut monogami lebih afdhal dunia-Akhirat, โ€œMonogami adalah sistem perkawinan paling utama. Sistem monogami ini lazim dan asal/pokok dalam syaraโ€™. Sedangkan poligami adalah sistem yang tidak lazim dan bersifat pengecualian. Sistem poligami menyalahi asal/pokok dalam syaraโ€™. Model poligami tidak bisa dijadikan tempat perlindungan (solusi) kecuali keperluan mendesak karenanya syariat Islam tidak mewajibkan bahkan tidak menganjurkan siapapun untuk melakukan praktik poligami. Syariat Islam hanya membolehkan praktik poligami dengan sebab-sebab umum dan sebab khusus,โ€ *[Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, cetakan kedua, 1985 M/1405 H, juz 7, halaman 169]*

๐Ÿ› Sekali lagi saya bertanya-tanya, para pria yang menggebu-gebu poligami dan membuat istrinya menangis itu mengikuti ulama kelas berapa dari belahan dunia yang mana? Mohon maaf. Jujur, sebagai laki-laki yang sudah beristri, bukan karena takut istri, bukankah kita sama-sama takut untuk menjadi pemimpin pemerintahan karena hisabnya jauh lebih lama? Bukankah kita juga takut untuk menjadi kaya di dunia karena hisabnya jauh lebih lama? Belum lagi peluang dosanya. Begitu pula jika kita berpoligami.

๐ŸšŒ Pertanyaan lagi, jika betul-betul niat berpoligami untuk mengikuti Sunnah Nabi, saya tidak akan bertanya, memangnya sudah melakukan sunnah-sunnah yang lainnya? Tidak, itu bukan pertanyaan yang korelatif. Yang saya tanyakan, sudah hapal semua nama istri Nabi dan profil/biografinya serta โ€˜illah/alasan dan pertimbangan Nabi menikahi masing-masing istri beliau?

๐ŸŽช Sebagai misal, Rasulullah memulai poligami, setelah Khadijah wafat, adalah dengan Saudah binti Zamโ€™ah bin Qois โ€“ seorang janda tua dengan 6 anak yatim dari perkawinannya dengan Sahabat Sakran bin Amr. Beberapa bulan selanjutnya beliau menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Siddiq. Berikutnya dengan Hafshah binti Umar bin Al-Khaththab yang merupakan janda Sahabat Khunais bin Khudzafah As-Sahmi yang meninggal dunia dalam perang Uhud. Bisa ditebak kan apa motifnya?

๐ŸŽง Oke, itu baru sekelumit dari poligami Rasulullah. Potret poligami yang ideal adalah keluarga Nabi Ibrahim. Sampai usia 80 tahun lebih, Nabi Ibrahim belum dikaruniai seorang anakpun. Atas rekomendasi istri pertama Sarah, Nabi Ibrahim menikah lagi dengan Hajar. Perkawinan Nabi Ibrahim dengan ibunda Hajar melahirkan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Beberapa tahun kemudian lahirlah Nabi Ishaq ‘alaihissalam dari ibunda Sarah. Bisa ditebak kan apa motifnya?

๐Ÿต Oke, ada lagi. Nabi Zakariyya. Eits, Nabi Zakariyya yang sudah mencapai usia senja, di atas 80 tahun juga, tidak kunjung dianugerahi keturunan oleh Allah, ternyata tidak memilih poligami. Yang dilakukan adalah terus menerus berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi anak dengan tetap bermonogami dengan Elizabeth (sumber lain menyebut Hannah). Akhirnya dikabulkan oleh Allah dengan lahirnya Nabi Yahya โ€˜alaihis salam. Bisa ditebak kan apa motifnya?

๐Ÿšง Betapa Nabi Zakariyya adalah teladan kita bahwa poligami bukan solusi utama. Poligami itu solusi nomor 70 jika terjadi problem serius dalam pernikahan monogami dan istri ridha. Bukankah kita sama-sama paham bahwa pernikahan itu menyatukan pikiran dan kepentingan dua insan sekaligus keluarga besarnya masing-masing?

๐Ÿš’ Bukan berarti saya mengharamkan poligami secara mutlak. Poligami tetap halal bagi yang mampu dan istri sama-sama ridha. Saya sangat heran dengan kalangan yang menuduh poligami itu warisan tradisi bukan syariโ€™at. Eh lha dhalah, lha shalat itu kan warisan tradisi para Nabi? Haji itu juga sudah ada di zaman Nabi-Nabi sebelumnya? Pernikahan monogami juga sudah berlaku di masa-masa dahulu? Jadi mencibir poligami dengan dalil warisan tradisi bukan syariโ€™at itu agak pincang.

๐Ÿ• Rupanya juga, Nabi tidak mengoreksi ucapan salah seorang wanita zaman itu yang menyebut istri lain dalam pernikahan poligami sebagai dharrah (potensi bahaya). Kesimpulannya? Ya, monogami itu lebih aman, hanya Nabi tidak mengujarkannya secara eksplisit. Andai poligami bukan potensi bahaya, harusnya saat itu juga Nabi langsung mengoreksi.

๐Ÿ“œ Diceritakan oleh Asmaโ€™ binti Abu Bakr As-Shiddiq, Suatu hari Rasulullah didatangi seorang perempuan.
ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ููŠ ุถูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ุŒ ููŽู‡ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ุฅูู†ู’ ุชูŽุดูŽุจู‘ูŽุนู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฒูŽูˆู’ุฌููŠ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุนู’ุทููŠู†ููŠุŸ
_โ€œWahai nabi, sesungguhnya aku memiliki โ€˜dlarrah (sesama istri lain dari sang suami). Apakah aku bersalah jika aku menunjukkan rasa kecukupan pada suamiku itu, padahal ia tidak memberikan hal yang cukup padaku?โ€_ Rasulullah menjawab kepada perempuan penanya itu.
ุงู„ู’ู…ูุชูŽุดูŽุจู‘ูุนู ุจูู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนู’ุทูŽุŒ ูƒูŽู„ูŽุงุจูุณู ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ ุฒููˆุฑู
_โ€œOrang yang menampakkan kecukupan dari apa sebenarnya yang tidak diberikan bagai memakai pakaian kepalsuan.โ€_ *[Shahih Al-Bukhari]*

๐Ÿ›Ž Dharrah dalam bahasa Indonesia berarti istri madu, atau istri lain dari satu suami. kata asalnya, yaitu dharra-yadhurru yang memiliki makna merusakkan, memberi kemelaratan, merugikan. Kata dlarrah dalam hadits di atas adalah turunan dari kata tersebut.

๐Ÿ“• Dalam bahasa Arab, sebuah kata memiliki makna yang memiliki keterkaitan dengan kata asalnya. Ibnul Manzhur, menyebutkan bahwa istri lain dinamakan dharrah karena satu sama lain itu akan saling membahayakan. Selain itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani memberikan komentar tentang arti kata dlarrah yang memiliki bentuk plural dharaโ€™air.
ุถูŽุฑูŽุงุฆูุฑู ุฌูŽู…ู’ุนู ุถูŽุฑู‘ูŽุฉู ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ “ู„ูู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽุงุชู ุถูŽุฑูŽุงุฆูุฑู” ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุฑูŽุฉู
โ€œDharaโ€™air adalah bentuk jamak dari kata dlarrah, seperti contoh โ€˜liz zaujat adh-dharaairโ€™ (istri-istri itu memiliki sesama istri lain dari suami yang sama). Dinamakan dlarrah karena setiap โ€˜istri maduโ€™ itu bisa membahayakan lainnya sebab cemburu.โ€

โ™ป Tak hanya kali itu saja, ternyata dalam kasus fitnah Hadits Al-Ifki yang menimpa keluarga poligami Rasulullah sendiri, Ibunda dari โ€˜Aisyah juga menyebut, โ€œMeskipun nyata-nyata seorang suami itu menyayangi seorang perempuan, tapi jika sang suami itu memiliki dharaโ€™air, maka tentu saja orang-orang akan banyak bergosip miring tentang perempuan yang โ€˜dimaduโ€™ itu.โ€ *[Dikutip Ibnu Hajar dalam Fat-h Al-Bari]*

๐Ÿ”Š Maka hadits Nabi di atas, secara luas bermakna, berpura-pura bahagia itu duka. Bagi pria maupun perempuan, mendua akan menambah peluang luka. Istri madu nyatanya tak semanis madu. Dan istri tidak boleh diperkosa untuk mengiyakan, mengizinkan dan meridhai suaminya menikah lagi tanpa alasan yang dibenarkan Syariโ€™at dan Fiqh.

โœ… Apalagi, ada hadits, bahwa wanita yang ingin masuk Surga, syaratnya bukanlah harus memaksa nuraninya untuk rela suaminya bersenang-senang dengan istrinya yang lain padahal dulu menapaki jalan kehidupan yang berat berdua, malah sekarang bernikmat-nikmat dengan yang lain?

๐Ÿ“œ Dari Abdurrahman bin โ€˜Auf radhiyallahuโ€™anhu, Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bertutur,
ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ุชู’ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุตูŽุงู…ูŽุชู’ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุญูŽููุธูŽุชู’ ููŽุฑู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุงุ› ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุงุฏู’ุฎูู„ููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูู‘ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุดูุฆู’ุชู.
_โ€œJika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya, โ€œMasuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mauโ€._ *[Musnad Ahmad]*

๐Ÿ“ Dijawab oleh *Pak Jibril* (Haji Brilly)
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐ŸŒ Kunjungi https://quantumfiqih.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://islamicboardingschool.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://kopassuss.wordpress.com

๐Ÿ“’ BCQUFI melalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membuka kesempatan kepada para donatur dan masyarakat luas yang ingin bershadaqah berupa pakaian bekas layak guna. Direncanakan, YADARIQUFIYA akan mengadakan buka puasa bersama sekaligus peresmian Mushalla Al-Istiqamah dan bakti sosial pada bulan Ramadhan 1440 H. Kurang lebih ada 40 faqir miskin di sekitar Mushalla.

๐Ÿš YADARIQUFIYA juga masih membuka kesempatan berinfaq untuk pengelolaan BCQUFI dan pembangunan aplikasi Android FIQIHEDUPEDIA.

๐ŸŽ™ Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ di *+62 821-4088-8638* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

โš  Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama *KONSULTASI SYARIAH* agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena _jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast._

Konsultasi Syariah Kisah Manusia Sebakda Meninggalkan Dunia Setelah Wafat Dicabut Nyawanya Oleh Allah Sejak Alam Kubur Hingga Mahsyar Hingga Surga Dan Neraka


๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹

๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ
๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ
๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ
๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ

๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹๐ŸŒ‹

#โƒฃ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/9/I/19/QUFI
Topik: 1โƒฃ _Konsultasi Syariah_
Rubrik: _quantumfiqihaqidah_

๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ

Konsultasi Syariah *283 – Kisah Manusia Sebakda Meninggalkan Dunia*

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Pertanyaan_
๐Ÿ“‚ Ustadz ktika manusia mninggal lalu sprti apa gmbaran slnjutny d akhirat nanti. Lngsung d hisab? Apa prtnyaan prtma yg dtnyakan ktika d akhirat?

๐Ÿ“ Ditanyakan oleh Saudari *Kajunki* (0813-8501-3742) dari Bandung pada _30 Januari 2019_

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
_Jawaban_
๐Ÿ  Sebenarnya keterangan-keterangan seputar kehidupan Akhirat memiliki porsi yang terbanyak dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah. Tentu akan tidak cukup forum tanya jawab ini untuk menguraikan. Namun berikut kesimpulan-kesimpulan yang bisa menjadi pegangan kita sebagai muslim/muslimah agar tidak salah paham tentang alam barzakh yaitu alam qubur dan alam-alam selanjutnya.

๐Ÿ• Sesaat setelah ruh terlepas dari jasad, maka ruh itu akan dibawa oleh malaikat mau hingga menembus langit ke tujuh untuk diberi pakaian yang indah dan wangi lalu dikembalikan lagi ke jasad saat sudah ada di liang lahad. Itu jika ruh orang beriman. Kalau ruh orang kafir maka akan diberi pakaian yang jelek dan bau busuk.

๐Ÿ“œ Dari Abu Hurairah dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ุชูŽุญู’ุถูุฑูู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุตูŽุงู„ูุญู‹ุงุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุงุฎู’ุฑูุฌููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุชูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุฉูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู ุŒ ุงุฎู’ุฑูุฌููŠ ุญูŽู…ููŠุฏูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุดูุฑููŠ ุจูุฑูŽูˆู’ุญู ูˆูŽุฑูŽูŠู’ุญูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑู ุบูŽุถู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุนู’ุฑูŽุฌู ุจูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุŒ ููŽูŠููู’ุชูŽุญู ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู : ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุŸ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ : ููู„ูŽุงู†ูŒ ุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู: ู…ูŽุฑู’ุญูŽุจู‹ุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู ุŒ ุงุฏู’ุฎูู„ููŠ ุญูŽู…ููŠุฏูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุดูุฑููŠ ุจูุฑูŽูˆู’ุญู ูˆูŽุฑูŽูŠู’ุญูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุจู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑู ุบูŽุถู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ . ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุงู„ุณู‘ููˆุกู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงุฎู’ุฑูุฌููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุชูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุซู ุŒ ุงุฎู’ุฑูุฌููŠ ุฐูŽู…ููŠู…ูŽุฉู‹ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุดูุฑููŠ ุจูุญูŽู…ููŠู…ู ุŒ ูˆูŽุบูŽุณู‘ูŽุงู‚ู ุŒ ูˆูŽุขุฎูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽูƒู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูŒุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุนู’ุฑูŽุฌู ุจูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠููู’ุชูŽุญู ู„ูŽู‡ูŽุง ุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู : ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุŸ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู: ููู„ูŽุงู†ูŒ ุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู : ู„ูŽุง ู…ูŽุฑู’ุญูŽุจู‹ุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุซูุŒ ุงุฑู’ุฌูุนููŠ ุฐูŽู…ููŠู…ูŽุฉู‹ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชููู’ุชูŽุญู ู„ูŽูƒู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุŒ ููŽูŠูุฑู’ุณูŽู„ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุชูŽุตููŠุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู (ุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุงุจู† ู…ุงุฌุฉ)
_โ€œMayit didatangi oleh Malaikat, kalau dia orang baik, para Malaikat berkata, โ€œKeluarlah wahai jiwa yang baik, dahulu berada di jasad yang baik. Keluarlah dengan mulia dan diberi kabar gembira dengan ruh dan raihan. Dan Tuhan tidak marah. Hal itu terus dikatakan seperti itu sampai (ruhnya) keluar. Kemudian dinaikkan ke langit, lalu dibukakan baginya. Maka dikatakan, โ€œSiapa ini?โ€ Mereka mengatakan, โ€œFulan.โ€ Lalu dikatakan, โ€œSelamat datang jiwa yang baik. Dahulu engkau berada dalam jasad yang baik. Keluarlah dengan mulia, dan beri kabar gembira dengan ruh dan raihan dan bahwa Tuhan tidak marah. Senantiasa dikatakan seperti itu sampai di langit tempat Allah Azza Wa Jalla berada. Kalau orangnya buruk, berkata, โ€œKeluarlah wahai jiwa yang buruk, dahulu engkau berada di tubuh yang buruk. Keluarlah dalam kondisi hina. Beri kabar gembira dengan Hamim dan Gossak dan lainnya berbentuk berpasangan. Senantiasa dikatakan seperti itu sampai (ruhnya) keluar. Kemudian dinaikkan ke langit. Tidak dibukakan baginya. Dikatakan, โ€œSiapa ini? Dikatakan, โ€œFulan. Dikatakan, โ€œTidak ada selamat datang dengan jiwa yang buruk. Dahulu di tubuh yang jelek. Keluarlah dalam kondisi hina. Sesungguhna dia tidak dibukakan pintu-pintu langit. Maka dilemparkannya dari langit kemudian sampai ke kuburan.โ€_ *[Sunan Ibnu Majah no. 4262]*

๐Ÿ›Ž Setelah ruh kembali ke jasad, maka seperginya seluruh pengantar jenazah, maka orang yang sudah masuk alam barzakh tersebut akan didatangi Malaikat Munkar dan Nakir. Kedua malaikat itu atau salah satunya akan menanyakan dalam rangka memastikan apakah jenazah tersebut termasuk orang beriman atau kafir. Pertanyaan yang diajukan tiga hal: siapa tuhanmu, siapa nabimu, apa kitab pedomanmu?

๐ŸŽ Jika jawaban benar, maka jenazah akan mendapat nikmat qubur. Jika jawaban salah, siksa qubur. Selanjutnya Malaikat Munkar dan Nakir meninggalkan jenazah tersebut dan melakukan tugas-tugas lainnya yang hanya Allah yang tahu secara rinci.

๐Ÿ“œ Dari Abu Hurairah โ€“radhiyallahu โ€˜anhu- berkata: Rasulullah โ€“shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- bersabda,
( ุฅูุฐูŽุง ู‚ูุจูุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽุชูŽุงู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุงู†ู ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏูŽุงู†ู ุฃูŽุฒู’ุฑูŽู‚ูŽุงู†ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุขุฎูŽุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽูƒููŠุฑู ุŒ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽุงู†ู : ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุŸ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู : ู‡ููˆูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู . ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ุงู†ู : ู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠููู’ุณูŽุญู ู„ูŽู‡ู ูููŠ ู‚ูŽุจู’ุฑูู‡ู ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ูููŠ ุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูู†ูŽูˆู‘ูŽุฑู ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ู ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู : ู†ูŽู…ู’ ุŒ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู : ุฃูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ููŠ ููŽุฃูุฎู’ุจูุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽุงู†ู : ู†ูŽู…ู’ ูƒูŽู†ูŽูˆู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุฑููˆุณู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุง ูŠููˆู‚ูุธูู‡ู ุฅูู„ุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ุนูŽุซูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ . ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽุงููู‚ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ู„ุง ุฃูŽุฏู’ุฑููŠ . ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽุงู†ู : ู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูู„ุฃูŽุฑู’ุถู : ุงู„ู’ุชูŽุฆูู…ููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ููŽุชูŽู„ู’ุชูŽุฆูู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ููŽุชูŽุฎู’ุชูŽู„ููู ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽุถู’ู„ุงุนูู‡ู ุŒ ููŽู„ุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูุนูŽุฐู‘ูŽุจู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ุนูŽุซูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ) ูˆุงู„ุญุฏูŠุซ ุญุณู†ู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ .
_โ€œApabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Mungkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata: Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?, maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia, Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata: Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, da dikatakan: Tidurlah. Dia menjawab: โ€œAku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargakuโ€. Keduanya berkata, โ€œTidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebutโ€._ *[Jamiโ€™ At-Tirmidzi no. 1071]*

๐Ÿ“œ Sementara itu dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu โ€˜anhu yang dibawakan oleh Qatadah pada penggalan kedua, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:
ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑู ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู: ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽู‚ููˆู’ู„ู ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูุŸ ููŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ูŽ : ู„ุงูŽ ุฃูŽุฏู’ุฑูู‰ุŒ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู. ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู: ู„ุงูŽ ุฏูŽุฑูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽูŠู’ุชูŽ. ูˆูŽูŠูุถู’ุฑูŽุจู ุจูู…ูŽุทูŽุงุฑูู‚ูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠู’ุฏู ุถูŽุฑู’ุจูŽุฉู‹ุŒ ููŽูŠูŽุตููŠู’ุญู ุตูŽูŠู’ุญูŽุฉู‹ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนูู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู„ููŠู’ู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู‚ูŽู„ูŽูŠู’ู†ู. ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ุฑู‚ู… : 1374
_โ€œAdapun orang munafik dan kafir, akan ditanyakan kepadanya, โ€œApa yang engkau katakan tentang orang (yang diutus oleh Allah) ini?โ€ Ia menjawab, โ€œTidak tahu. Dahulu aku pernah mengatakan apa yang dikatakan orang.โ€ Maka dikatakanlah kepadanya, โ€œEngkau tidak memahami apapun dan tidak membaca (mengikuti) Al Qurโ€™anโ€. Orang itu kemudian dipukul keras dengan palu dari besi. Menjeritlah ia dengan satu jeritan yang didengar oleh semua yang berada di sekitarnya, kecuali jin dan manusiaโ€._ *[Sunan Abu Dawud]*

๐Ÿ”ฅ Adzab qubur bisa saja tidak dialami seseorang yang mati dalam keadaan tertentu sekalipun dulunya tidak luput dari maksiat yang menyebabkan adzab qubur. Ini adalah nikmat dari Allah. Seperti orang yang wafat pad hari Jumโ€™at, orang yang mati syahid, rutin baca surah Al-Mulk setiap malam, dan lain sebagainya. Ada dalam buku kami โ€˜Ensiklopedi Sunnahโ€™ entah jilid yang keberapa.

๐Ÿ‰ Semua jenazah bersama ruhnya tetap dalam kondisinya di dalam qubur, mendapat nikmat atau adzab. Keadaan tersebut dialaminya sepanjang masa hingga hari kiamat. Semua jenazah menanti akhir zaman. Jika hari kiamat sudah tegak dan kehidupan dunia sudah musnah berganti dengan kehidupan akhirat, maka disitulah hari pembalasan (yaumul jaza) dan perhitungan (yaumul hisab) serta penimbangan (yaumul mizan).

๐ŸŒ Pertanyaan pertama di Akhirat? Tidak dijelaskan apa pertanyaan yang pertama. Dan akhirat itu sebutan untuk kehidupan setelah kematian hingga Surga Neraka. Dalam semua frase kehidupan Akhirat, akan ada dialog dan obrolan tanya jawab antara Allah, Malaikat, dan Manusia.

๐ŸŸ Misalnya saat dihisab, setiap manusia akan ditanyai tentang shalat, tentang pembunuhan yang mungkin dilakukan, tentang rizqi yang sudah diterimanya digunakan untuk apa dan didapat darimana, tentang umurnya diisi dengan aktifitas apa saja, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Intinya hisab itu adalah masa pertanggung jawaban atas apa saja yang dilakukan selama di dunia.

๐Ÿš’ Sekian uraian super singkat ini. Sekali lagi, sebenarnya penjelasan tentang kehidupan Akhirat dengan segala seluk beluknya amat sangat panjang, saking panjangnya, membutuhkan ribuan lembar kertas menjadi belasan jilid buku.

๐Ÿ”Š Dan sesungguhnya mempelajari seluk-beluk Akhirat yang dijelaskan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah kewajiban bagi setiap orang yang beriman dan berislam. Sebab perkara ini termasuk bagian dari rukun Iman. Kalau sekadar kita lantang, โ€œSaya beriman dengan kehidupan Akhirat.โ€ Memang sudah termasuk beriman. Namun kita tertuntut untuk mempelajari rincian-rincian kehidupan Akhirat, guna menjaga dan meningkatkan iman dan taqwa kita.

๐Ÿ“ Dijawab oleh *Pak Jibril* (Haji Brilly)
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐ŸŒ Kunjungi https://quantumfiqih.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://islamicboardingschool.wordpress.com

๐ŸŒ Kunjungi http://kopassuss.wordpress.com

๐Ÿ“’ BCQUFI melalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membuka kesempatan kepada para donatur dan masyarakat luas yang ingin bershadaqah berupa pakaian bekas layak guna. Direncanakan, YADARIQUFIYA akan mengadakan buka puasa bersama sekaligus peresmian Mushalla Al-Istiqamah dan bakti sosial pada bulan Ramadhan 1440 H. Kurang lebih ada 40 faqir miskin di sekitar Mushalla.

๐Ÿš YADARIQUFIYA juga masih membuka kesempatan berinfaq untuk pengelolaan BCQUFI dan pembangunan aplikasi Android FIQIHEDUPEDIA.

๐ŸŽ™ Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp ๐Ÿ‡งโ€Œ๐Ÿ‡จโ€Œ๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ di *+62 821-4088-8638* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

โš  Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama *KONSULTASI SYARIAH* agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena _jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast._

%d blogger menyukai ini: